logo

Wednesday, February 15, 2017

7 Negara Penghasil Batubara Terbesar di Dunia

7 Negara Penghasil Batubara Terbesar di Dunia
7 Negara Penghasil Batu Bara Terbesar di Dunia - Batubara merupakan batuan endapan berwarna hitam yang gampang terbakar dengan kandungan didalamnya terdapat unsur Hidrogen, Oksigen, Sulfur dan Nitrogen.
Negara Penghasil Batubara
Batubara adalah salah satu produk tambang yang sering digunakan sebagai sumber energi, terutama pada sektor pembangkit listrik.

Selain digunakan sebagai sumber energi untuk membangkitkan listrik, batubara juga digunakan di beragam industri seperti Industri Produksi Baja, Semen, Aluminium, Plastik, Zat Pewarna, Sabun, Kertas dan lain sebagainya.

Baca juga : 7 Negara Penghasil Emas Terbesar Di Dunia

Indonesia menghasilkan batubara sebanyak 281,7 juta ton pada tahun 2014. Cadangan Batubara yang dimiliki Indonesia sebanyak 28.017 juta ton. Selain Indonesia masih ada beberapa negara penghasil batubara terbesar di dunia, serta ada negara yang nilai produksinya lebih tinggi dari Indonesia.

Mau tahu negara mana saja penghasil batubara terbesar di dunia? Berikut 7 Negara Penghasil Batubara Terbesar di Dunia

  1   China (Produksi : 1.844,6 juta Ton)

Negara Penghasil Batubara
China memproduksi lebih dari delapan belas miliar ton karbondioksida per tahun. Sementara pembangkit listrik di China lebih dari 80% listrik dihasilkan oleh pembangkit bertenaga batubara. Tercatat sebanyak 46% produksi batubara usang dunia dihasilkan China. Pada awal tahun 2008, 2  buah pembangkit listrik tenaga batubara dioperasikan setiap minggunya untuk mengimbangi pesatnya laju pertumbuhan ekonomi China.

China menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia terutama dipicu oleh penggunaan batubara yang murah tapi menjadi sumber polusi terbesar. Ketika pertumbuhan ekonomi yang melambat, negara ini kesulitan menahan penggunaan bahan bakar walau polusi menyebabkan kendala di sektor lingkungan dan kesehatan warga.

Pertumbuhan ekonomi China, yang rata-rata mencapai 10% dalam 10 tahun yang berakhir pada 2012, diperkirakan melambat menjadi 5% - 8%  dalam dasawarsa berikutnya. Konsekuensinya, pada saat yang sama, perekonomian China diperkirakan membutuhkan energi lebih sedikit untuk tumbuh. Dan bentuk-bentuk lain dari pembangkitan listrik seperti nuklir, hydro-electric dan energi terbarukan bakal menyingkirkan batubara.

  2   Amerika Serikat (Produksi : 507,8 juta ton)

Negara Penghasil Batubara
Amerika Serikat adalah salah satu negara dengan pertambangan dan perindustrian terbesar di dunia. Hasil tambang Amerika Serikat yaitu minyak bumi, batubara, besi, tembaga dan timah hitam. Lokasi tambang batubara Amerika 90%-nya terdapat di sebelah barat Pegunungan Alleyghany.

Dengan produksi batubara yang mencapai 500 juta ton, menempatkan Amerika sebagai Produsen terbesar kedua di dunia. Walaupun sebenarnya, produksi ini turun jika lebih dari 20% bandingkan tahun sebelumnya.

Batubara menggerakkan 50% listrik di Amerika Serikat sejak 2005, dan angka tersebut turun menjadi 38% pada 2012, menurut kantor informasi energi. Gas alam, yang menimbulkan lebih sedikit pencemaran dan menjadi lebih melimpah sejak adanya ledakan pengeboran gas pada beberapa tahun terakhir, tumbuh dari 19% menjadi 30% pada periode yang sama.

Obama pada waktu menjabat President menyetop pembangkit listrik tenaga batubara, bahkan penggunaan batubara ini akan dihapuskan pada tahun 2035.

Selanjutnya, produksi gas alam Amerika digenjot untuk menciptakan energi murah yang membuat listrik lebih kompetitif.

Presiden Barack Obama pun selalu mempromosikan tenaga angin dan matahari seraya menurunkan emisi dari pembangkit listrik bertenaga batubara.

  3   Indonesia (Produksi : 281,7 juta ton)

Negara Penghasil Batubara
Potensi sumberdaya batubara di Indonesia sangat melimpah, terutama di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai batubara walaupun dalam jumlah kecil dan belum dapat ditentukan keekonomisannya, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua, dan Sulawesi.

Badan Geologi Nasional memperkirakan Indonesia masih memiliki 160 miliar ton cadangan batubara yang belum dieksplorasi. Cadangan tersebut sebagian besar berada di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan. Namun upaya eksplorasi batubara kerap terkendala status lahan tambang.

Di Indonesia, endapan batubara yang bernilai ekonomis terdapat di cekungan Tersier, yang terletak di bagianbarat Paparan Sunda (termasuk Pulau Sumatera dan Kalimantan), pada umumnya endapan batubara ekonomis tersebut dapat dikelompokkan sebagai batubara berumur Eosen atau sekitar Tersier Bawah, kira-kira 45 juta tahun yang lalu dan Miosen atau sekitar Tersier Atas, kira-kira 20 juta tahun yang lalu menurut Skala waktu geologi.

Batubara ini terbentuk dari endapan gambut pada iklim purba sekitar khatulistiwa yang mirip dengan kondisi kini. Beberapa di antaranya tegolong kubah gambut yang terbentuk di atas muka air tanah rata-rata pada iklim basah sepanjang tahun.

Dengan kata lain, kubah gambut ini terbentuk pada kondisi di mana mineral-mineral anorganik yang terbawa air dapat masuk ke dalam sistem dan membentuk lapisan batubara yang berkadar abu dan sulfur rendah dan menebal secara lokal. Hal ini sangat umum dijumpai pada batubara Miosen.

Sebaliknya, endapan batubara Eosen umumnya lebih tipis, berkadar abu dan sulfur tinggi. Kedua umur endapan batubara ini terbentuk pada lingkungan lakustrin, dataran pantai atau delta, mirip dengan daerah pembentukan gambut yang terjadi saat ini di daerah timur Sumatera dan sebagian besar Kalimantan.

  4   Australia (Produksi : 280,8 juta ton)

Negara Penghasil Batubara
Ketika Negara-negara besar pengguna energi karbon di dunia sedang berusaha berpindah dari bahan bakar karbon (batubara) ke energi yang lebih bersih, Australia justru menunjukan hal yang berbeda. Australia masih bersikeras melanjutkan pertambangan batubaranya.

Terbukti dengan dikeluarkannya persetujuan Pemerintah Federal Australia padaƂ proposal dari perusahaan pertambangan India Adani untuk membangun salah satu tambang batubara terbesar di Dunia di negara bagian utara Queensland .

Proyek yang ditentang habis-habisan oleh masyarakat Australia dan didukung oleh Menteri Pertanian Australia ini, mengambil lokasi di area pertanian paling subur di Australia.

Tidak heran pula ketika akhirnya Australia disebut-sebut sebagai salah satu pelanggar terburuk penghasil emisi karbon, dan dukungan yang berkembang untuk batubara kemungkinan akan menambah tensi pertemuan tersebut.

Keadaan ini sudah keluar dari langkah Amerika Serikat dan China yang berusaha untuk mengurangi ketergantungan mereka pada batubara dalam produksi energi.

Proyek tambang batubara Charmicael yang baru disetujui pemerintah dengan nilai investasi mencapai 12 Milyar Dollar Amerika ini melibatkan tambang terbuka dan tambang bawah tanah seluas lima kali ukuran Pelabuhan Sydney, sehingga menjadikannya tambang batubara terbesar di Australia.

Potensi batubara yang dihasilkan mencapai 60 juta metrik ton yang akan digali dan dikirim keluar dari Australia melalui Great Barrier Reef setiap tahun jika proyek ini berjalan ke depannya.

  5   India (Produksi : 243,5 juta ton)

Negara Penghasil Batubara
Pertumbuhan permintaan batubara India mencapai 25% per tahun. India sebagai salah satu negara produsen batubara terbesar di dunia dengan jumlah produksi 240 juta ton per tahun. Sayangnya, batubara produksi India ini kualitasnya tidak bagus. Kadar abunya lebih dari 30%.

Sementara itu konsumsi India sendiri mencapai 360 juta ton per tahun. Sehingga tidak aneh kalau dalam selama sepuluh tahun terakhir, India menjadi tujuan utama pasar batubara.

Sekitar 150 juta ton batubara diimpor oleh India dari China, Afrika, Australia dan Indonesia. Walau pun India mempunyai cadangan cadangan batubara sekitar 125 miliar ton, akan tetapi karena sulitnya ijin pembebasan lahan, kondisi tambang yang sulit dan infrastruktur yang buruk menjadi penghambat untuk meningkatkan produksinya.

Masuknya sumber energi baru, seperti sel surya, membuat konsumsi batubara India makin berkurang. Sehingga pemerintah India sudah menargetkan bahwa mulai tahun 2019, India akan menghentikan impor batubara.

Walaupun konsumsi listrik setiap tahun mengalami kenaikan, karena adanya pasokan sumber energi baru lainnya, kebutuhan akan batubara yang kian berkurang, diharapkan akan tercukupi oleh produksi nasional.

  6   Rusia (Produksi : 170,9 juta ton)

Negara Penghasil Batubara
Dengan total produksi yang mencapai angka 354,8 metrik ton, Rusia tidak diragukan lagi masuk ke dalam daftar negara penghasil batubara terbesar di dunia urutan ke-8.

Sama halnya dengan Afrika Selatan, Rusia juga merupakan salah satu eksportir terbesar batubara di dunia. Sekitar 134 billion ton batubara telah diekspor oleh Rusia.

Berperan sebagai negara eksportir batubara, ternyata Rusia juga terbilang cukup konsumtif dalam penggunaan batubara. Sebesar 66% total produksi batubara di dunia, semuanya berasal dari tambang batubara yang ada di Rusia.

  7   Afrika Selatan (Produksi : 147,7 juta ton)

Negara Penghasil Batubara
Afrika Selatan sebanyak 280 metrik ton batubara dihasilkan pada tahun 2012. Dengan diberi kelimpahan batubara, Afrika Selatan juga memiliki peran sebagai negara pengekspor batubara terbesar di dunia.

Di tiap tahunnya, Afrika Selatan tercatat mengekspor batubara sebanyak 74 metrik ton. Afrika Selatan kebanyakan mengekspor batubaranya ke negara seperti India, Cina, dan Eropa.

Di Afrika Selatan, batubara memiliki peran sebanyak 90% untuk tenaga listrik di negara tersebut.

Witbank, Highveld, dan Ermelo adalah negara bagian di Afrika Selatan yang menjadi pusat produksi dan tambang batubara.
Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.